Rabu, 23 Juni 2010

PROBLEMATIKA ANAK REMAJA


86 % Penghuni penjara didunia, telah memulai karier negatifnya sejak usia mereka 12 tahun ( Monterdue, 2004 ). Prilaku negatif anak remaja akan tersembunyi secara rapi dibalik norma yang berlaku didalam keluarga mereka. Mereka bisa saja tampak tenang dan stabil dirumah, namun sangat agresif diluar rumah atau sebaliknya … mereka bisa tampak nakal dan agresif di rumah, namun sangat stabil dan tenang diluar rumah.

” Healthscoutnews 2006 ” : 97 % wanita perokok di Amerika mulai merokok sejak usia mereka 12 – 15 tahun.
Robert Kiyushaki, seorang motivator bisnis terkenal didunia merasa mulai karier profesinya sejak ia berusia 11 tahun.

  • Donald Trump, telah mengawali dunia usahanya ketika ia berusia 12 tahun.

Penelitian yang dilakukan oleh Bussiness News tahun 2002, telah menemukan bahwa; hampir sebagian besar pengusaha yang berhasil di benua eropa, asia dan amerika telah mengawalinya ketika mereka berusia 10 – 14 tahun.
Julius Robert Oppenheimer, penemu Bom Atom telah memulai penyelidikannya sejak ia berusia 11 tahun.
Vilfredo Pareto, penemu Diagram Pareto sudah gemar membuat pemetaan dan grafik sejak usia 10 tahun.

Pada tanggal, 22 april 1915 satu jam setelah ia merayakan ulang tahunnya, ia dimaki-maki ayah dan ibunya karena bermain-main dengan kereta bayi dan dinamit.
Masalahnya ……

  • “Hanya 8% anak remaja yang benar-benar bisa belajar di rumah mereka”
  • “13% anak remaja mengalami gangguan kinaestetik dan konsentarsi belajar akibat ketidak-seimbangan kerja hemisphere”.

Beberapa tokoh terkenal :

  • Kris Dayanti
  • Susilo Bambang Yudoyono
  • Kris Watimena
  • Shanti Manohutu
  • Tukul Arwana
  • Subronto Laras

Hampir sebagian besar perubahan kehidupan anak-anak remaja disebabkan oleh kekecewaan yang dialaminya.
Jadi bukan karena ia cerdas atau tidak cerdas
Kekecewaan sosial remaja :

  • · 11% akibat konflik dengan teman sebaya
  • · 4% akibat konflik dengan guru sekolah
  • · 84% akibat konflik dengan orang tua mereka
  • · 1% oleh lainnya

Itu berarti bahwa :

  • · 11% akibat konflik dengan teman sebaya
  • · 88% akibat konflik dengan orang dewasa disekitarnya
  • · 1% akibat hal lainnya

Ada Apa Dengan Orang Dewasa ?
Beberapa pelanggaran orang dewasa menurut anak remaja :
Pertama : Orang dewasa selalu ingin menguasai anak remaja.
Kedua : Orang dewasa selalu menganggap anak remaja sebagai anak yang masih kecil.
Ketiga : Orang dewasa lebih senang mencela/mengkritik dari pada mensupport pada anak remaja.
Keempat :Orang dewasa sering menarik kembali hak yang telah diberikan kepada anak remaja.
Kelima : Orang dewasa lebih cepat emosi, dan mau menang sendiri ketika berdiskusi dengan anak remaja.
Keenam : Masih banyak lagi, dan tidak terhitung jumlahnya.

Apa yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya ?

1. Harus adanya pendidikan bagi mereka yang menekankan pada Pendidikan Watak & Kepribadiannya.

2. Harus adanya usaha yang besar dari orang tua / orang dewasa untuk Menanamkan Moralitas & Keyakinan Beragama pada anaknya.

3. Harus didorong & dibina tumbuhnya Tanggung Jawab Sosial pada anak, sesuai dengan Fase Perkembangannya.
Kemudian harus bagaimana tahapan-tahapannya ?

Selidiki….

Amati….

& Pikirkanlah….

” INNER WILL ” Mereka.

Remaja Punya Masalah, No Problem!


Adakah di antara kita yang sedang punya masalah? Kalau ada, berarti kita remaja normal. Hehe. Meskipun begitu, ada kalanya masalah yang kita hadapi bener-bener membuat kita stres! Contoh: kasus perceraian dalam keluarga, stres belajar, masalah telat ke sekolah karena ngga bisa mengatur waktu dan bahkan stres karena nge-jomblo!

:D

Tapi satu yang pasti: kalo kamu pernah atau sedang stres – itu tandanya kamu memikirkan masalahmu, tidak ingin mengabaikannya.

Namun, sayang sekali beberapa remaja tidak siap untuk menghadapi masalah. Yang ada mereka malah menghindar dan berupaya lari dari masalah – bukannya menyelesaikannya. Beberapa remaja banyak tidur, nonton teve, jatuh ke dalam jurang kenakalan remaja seperti menggunakan narkoba, menyalahgunakan obat-obat, pesta, dan ada yang melakukan tindakan seks di luar nikah.

Padahal mereka hanya akan dikatakan sebagai PENGECUT jika lari. Setuju?

:-q

Yup! Pengecut! Mereka berupaya mengalihkan perhatian… Bukan, bukan saja mengalihkan perhatian tetapi acuh dan melarikan diri. Kalo kek gitu, kapan masalahnya selesai, iya toh? Masalah malah akan bertambah jika cuma berani bermellow-mellow-an atau menjadi pemberontak.

[-(

Nah, buat remaja yang sekarang sedang punya yang namanya masalah, Helda punya dua contoh barang yang mungkin bisa memotivasimu untuk berani menghadapi masalah!

1. Virus

Tau virus kan? Siapa yang ngga kenal virus. Virus bisa bertahan hidup sampai sekarang dan bahkan semakin kuat, dia menjadi resistan atau semacam kebal terhadap antibiotik. Semakin kita melenyapkan dia, dia semakin kebal.

2. Emas

Emas bisa jadi sangat indah dan murni karena apa? Dia harus ngelewatin proses kalo manusia yang mengalaminya pasti akan terasa sakit sekali. Yup! Dia harus dilebur dulu dalam tungku panas. Tapi, dengan cara itulah emas bisa seperti yang kita lihat!

Kesimpulannya:

Masalah boleh jadi datang bertubi-tubi menimpa kita, masalah juga datangnya pada saat yang tidak tepat, misal pada usia remaja yang seharusnya kita tidak alami itu. Namun, kalo kita ambil dari sisi positif dan kita berani menghadapinya – maka kita seperti virus dan emas! Semakin kuat dan kebal, makin ganteng/cantik, dewasa dan matang pula! Usia boleh remaja, tapi pikiran dewasa!

Semangat!

Tips dalam menentukkan sekolah buat remaja


Supaya kita para orang tua tidak salah menentukan sekolah buat para remaja kita yang akan melanjutkan masa sekolahnya baik itu sekolah menengah( SMP) atau menengah atas(SMU,SMK,STM,dll) atau juga ke jenjang perguruan tinggi atau masa kuliah maka yang harus kita perhatikan dalam menentukkan dimana remaja kita akan sekolah :

    1. Perhatikan minat dan bakat anak remaja kita , arahkan mereka dan sesuaikan dengan keinginan mereka dan jangan kita paksakan kemauan kita, biarkn mereka menentukkan sendiri berdasarkan bakat dan kemauan mereka

    2. Jika sudah ketemu sekolah yang di mau , pastikan sekolah tersebut sudah punya gedung sendiri, lokasi yang strategis , nyaman dan tenang juga Sekolah yang punya visi dan misi yang jelas

    3. Perhatikan disekitar lingkungan sekolah tersebut karena lingkungan bisa mempengaruhi sifat anak kita yang bakal sekolah didaerah tersebut.

    4. Usahakan pilih sekolah dengan fasilitas yang lengkap dan pembelajarannya bisa menyesuaikan perkembangan pendidikan , sekolah yang punya program belajar yang jelas dan berstruktur serta kreatif dalam menyampaikan pembelajaran kepada para muridnya, mempunyai tenaga pengajar yang professional, memiliki etos kerja yang tinggi, kreatif ,jujur , dan trampil serta disiplin secara lugas dan tidak kaku

    5. Kalau bisa usahakah sekolah yang punya jaringan kerja sama yang luas dengan beragam pihak yang bisa mendukung proses pendidikan yg baik dan bermutu buat para remaja kita.

Semoga tips dalam menentukan sekolah buat remaja kita (anak kita) ini bisa jadi masukkan buat para orang tua yang mempunyai anak remaja yang akan melanjutkan sekolahnya ketingkat lebih tinggi